Kamis, 11 Juli 2019

Jatuh Bangun Sang Pebisnis


Jatuh Bangun Sang Pebisnis

Memiliki sebuah bisnis yang bisa menjamin kehidupan di masa depan merupakan impian semua orang. Namun keinginan tersebut tidak mudah diwujudkan jika tidak diimbangi dengan usaha dan kemauan yang keras. Baderi yang terlahir dari keluarga sederhana memiliki semangat yang sangat tinggi untuk mendapatkan masa depan baik. Baderi tergolong pintar sehingga sering mendapatkan beasiswa saat sekolah hingga kuliah. Setelah lulus dari kuliah, ia mencoba melamar kerja di perusahaan besar. Beberapa tes dan wawancara sudah dilakukan dan ia berhasil masuk ke perusahaan tersebut.

Baderi memulai hari sebagai karyawan. Statusnya kini berubah menjadi perantau karena jarak rumah dan kantornya cukup jauh. Sehari-hari ia harus bertahan melawan rindu kepada kedua orang tuanya di kampung halaman. Setelah beberapa tahun, Baderi ingin membangun usahanya sendiri di kampung. Setelah merasa mantap dengan keputusan membangun usaha di kampung, ia memutuskan keluar dari perusahaan. Perusahaan melepas Baderi dengan berat hati karena Baderi adalah karyawan berprestasi.
Keputusan Baderi keluar dari perusahaan membuat kedua orang tuanya terkejut, namun rencananya untuk membangun usaha mengobati keterkejutan kedua orang tuanya. Tanpa membuang-buang waktu, Baderi  membeli segala perlengkapan untuk usaha yang akan ia dirikan yaitu pabrik makanan ringan. Memang tergolong pabrik kecil, tapi Baderi bersemangat untuk membuatnya tumbuh semakin besar hingga pada suatu hari kesempatan tersebut datang, Baderi mendapatkan pesanan skala besar dari kota. Dengan penuh semangat Baderi melayani pesanan sehingga pesanan bisa selesai sesuai perjanjian.

Setelah pesanan selesai, ia mengirimkannya ke alamat yang sudah disepakati. Namun ia sangat terkejut ketika alamat yang didatangi ternyata merupakan alamat palsu. Pemesan yang hanya membayar uang muka sebesar 45% tidak lagi bisa dihubungi. Tanpa berpikir panjang, Baderi kembali pulang dan menceritakan semuanya kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tuanya meyakinkan bahwa kejadian tersebut hanya ujian dan nanti pasti akan datang rezeki yang lebih besar. Dan benar saja, produk pesanan menumpuk tersebut berhasil ia jual hingga habis meskipun membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Usaha Baderi kembali lancar namun bencana kembali datang, beberapa mesin produksi Baderi hilang dicuri. Baderi kembali terpuruk dan usahanya tersendat. Beberapa karyawan diliburkan hingga ia bisa membeli mesin untuk produksi. Kabar buruk usaha Baderi diketahui oleh beberapa teman yang dulu satu perusahaan dengannya. Beberapa teman tersebut patungan untuk memberikan pinjaman kepada Baderi. Melihat hal tersebut Baderi kembali bersemangat untuk membuka usahanya lagi.

Tak menunggu waktu lama, usaha Baderi menunjukkan hasil yang gemilang. Beberapa kali merasakan usahanya bangkrut membuat ia memutuskan untuk menggunakan asuransi. Ia juga menggunakan fitur Asuransi Wakaf. Untuk mendapatkan informasi mengenai Asuransi Wakaf, segera kunjungi https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-syariah/fitur-wakaf.

0 komentar:

Posting Komentar